MoU Kesepakatan AS-Iran akan Diteken di Swiss, JD Vance Wakili AS, Ghalibaf untuk Iran

Penulis: Tim Progres.id
Editor: Mukhtar Amin
takht-ravanchi
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi (Foto: PressTV)

PROGRES.ID, TEHERAN – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan bahwa perang telah berakhir dan tidak akan ada lagi konflik di berbagai front setelah tercapainya nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan ditandatangani dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Takht-Ravanchi kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan dengan para duta besar untuk menjelaskan isi dan ketentuan dalam MoU yang telah disepakati kedua pihak.

“Hari ini merupakan kesempatan berharga untuk bertemu para duta besar. Dalam pertemuan tersebut, nota kesepahaman dijelaskan secara rinci beserta berbagai ketentuannya,” kata Takht-Ravanchi.

Menurutnya, salah satu poin utama yang ditekankan dalam pertemuan itu adalah berakhirnya perang di seluruh front konflik. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menjelaskan pentingnya mengakhiri perang dan mencegah terjadinya pendudukan di Lebanon.

Takht-Ravanchi mengungkapkan bahwa isu kompensasi kerusakan akibat perang menjadi salah satu agenda penting dalam MoU. Sebuah rencana rekonstruksi juga telah disiapkan sebagai bagian dari upaya pemulihan pascakonflik.

Selain itu, Iran kembali menyoroti persoalan aset negara yang dibekukan di luar negeri. Menurutnya, dana tersebut diblokir secara tidak sah dan harus segera dapat diakses oleh Teheran.

“Masalah dana Iran yang dibekukan juga dibahas. Ditekankan bahwa dana tersebut diblokir secara ilegal dan harus tersedia bagi Iran,” ujarnya.

Pembahasan juga mencakup isu Selat Hormuz dan pencabutan blokade ekonomi. Takht-Ravanchi mengatakan pencabutan blokade telah menjadi tuntutan Iran sejak awal perundingan dan sebagian langkah pelonggaran bahkan telah dilakukan sebelum penandatanganan resmi MoU.

Terkait proses penandatanganan, ia memastikan bahwa acara akan berlangsung di Swiss. Namun, lokasi pastinya masih belum ditentukan. Ia juga mengatakan belum ada keputusan apakah penandatanganan akan dilakukan secara langsung atau melalui mekanisme elektronik.

“Putaran pembicaraan berikutnya akan segera dimulai setelah penandatanganan. Detail teknis mengenai proses penandatanganan masih dibahas,” katanya.

Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat akan diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance, sementara Iran akan diwakili oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Takht-Ravanchi menambahkan bahwa salah satu klausul utama MoU adalah penghentian perang di seluruh front, termasuk di Lebanon. Menurutnya, Amerika Serikat telah berkomitmen untuk mendukung penghentian konflik dan sebuah mekanisme telah disiapkan untuk menangani setiap kemungkinan pelanggaran terhadap kesepakatan.

Sementara itu, isu nuklir akan menjadi agenda pembahasan setelah MoU ditandatangani. Ia mengatakan kedua pihak belum masuk ke pembahasan teknis mengenai program nuklir Iran, termasuk pengayaan uranium, cadangan uranium yang telah diperkaya, serta kebutuhan nuklir nasional Iran.

“Pembicaraan mengenai isu nuklir akan dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman. Detail terkait pengayaan, stok uranium, dan kebutuhan Iran di bidang nuklir masih akan dibahas lebih lanjut,” ujar Takht-Ravanchi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *