Enggan Perpanjang Kontrak, PSG Jual Kylian Mbappe

favicon progres.id
Kylian Mbappe
Kylian Mbappe (Foto:CNN Indonesia)

PROGRES.ID – Kisah perselisihan antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Kylian Mbappe semakin meruncing ketika pemain berusia 24 tahun itu menolak untuk memperpanjang kontraknya musim depan. Kabar yang dipublikasikan The Guardian ini terang saja membuat gempar dunia sepakbola.

Perseteruan kontrak antara Mbappe dan PSG memanas, dengan Presiden PSG, Nasser Al Khelaifi, memaksa pemain bintangnya untuk menggunakan opsi perpanjangan satu tahun di kontraknya. Namun, Mbappe menolak tegas dan memilih untuk tetap bertahan musim ini, dengan niatannya meninggalkan klub dengan status bebas transfer di musim depan.

Sikap Mbappe ini membuat kekecewaan mendalam di manajemen PSG. Bahkan, sang pemain diputuskan tidak diikutkan dalam tur tim ke Jepang meskipun begitu ingin bergabung bersama rekan-rekannya. Pelatih baru PSG, Luis Enrique, diberi perintah untuk melaksanakan keputusan ini sebagai tanda ketegasan klub terhadap pemain yang seolah “ingin pergi dengan bebas.”

Rumor yang terus mengalir tentang kesepakatan antara Mbappe dan Real Madrid semakin memperparah situasi. PSG merasa kesal karena dugaan kesepakatan tersebut akan menyebabkan mereka kehilangan pemain hebat tersebut tanpa kompensasi finansial yang pantas.

Presiden PSG, Al Khelaifi, tak menyembunyikan kekesalannya. Ia menegaskan bahwa klub tidak akan membiarkan pemain terbaik di dunia itu pergi dengan bebas. “Kami tidak akan mengizinkan hal itu terjadi. Mbappe sendiri juga pernah mengatakan dia tidak akan pergi dengan cuma-cuma. Ini bukan kesalahan kami jika dia tiba-tiba berubah pikiran. Posisi kami jelas, jika Mbappe ingin bertahan, dia harus memperpanjang kontraknya,” tegas Al Khelaifi.

Namun, Mbappe juga tak tinggal diam. Sebelumnya, ia dengan jujur mengaku keinginannya untuk bergabung dengan Real Madrid di musim mendatang. Namun, atas alasan tertentu, sang pemain memutuskan untuk bertahan setidaknya satu musim lagi di PSG.

Semua drama ini terjadi setelah penampilan gemilang Mbappe ketika PSG berhasil mengalahkan Le Harve dengan skor 2-0, dan mencatatkan namanya di papan skor. Namun, keputusan pelatih Enrique untuk tidak membawanya dalam tur ke Jepang menambah api perselisihan ini semakin membara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *