Senator Destita Dorong Penguatan Karakter Bangsa Lewat Sekolah Laboratorium Pancasila di Seluma

robi jalu

 

PROGRES.ID, Seluma – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini sebagai pondasi membangun generasi unggul. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di SMP Negeri 6 Air Periukan dan SD Negeri 16 Tais, Kabupaten Seluma, Senin (10/11).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Seluma, Teddy Rahman, SE., MM., yang secara resmi meresmikan program tersebut, bersama Prof. Warsito, S.Si., DEA., Ph.D., Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, serta Bangun Sitohang, M.M., Penanggung Jawab Tim Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Politik dan PUM Kemendagri. Turut hadir pula jajaran pemerintah daerah, tokoh pendidikan, guru, dan para siswa.

Dalam sambutannya, Senator Destita menyampaikan komitmen DPD RI untuk terus mendukung program penguatan karakter bangsa di lingkungan pendidikan dasar dan menengah.

“DPD akan selalu mendukung penuh upaya penguatan karakter bangsa, terutama untuk anak-anak kita. Penanaman nilai-nilai Pancasila harus dimulai sejak dini agar menjadi bagian dari kepribadian mereka,” ujar Destita.

Ia menegaskan, ada empat pilar penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, yakni sehat jasmani dan rohani, cerdas dan terampil, produktif serta berpikir positif, dan berkarakter kuat. Keempatnya berpadu dalam delapan karakter utama bangsa Indonesia, seperti religius, jujur, disiplin, tangguh, peduli, dan berintegritas.

Lebih lanjut, Destita berharap agar Program Sekolah Laboratorium Pancasila dapat menjadi model pendidikan karakter yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam seluruh aspek pembelajaran dan kehidupan sekolah.

“Kita ingin sekolah menjadi tempat lahirnya generasi berjiwa Pancasila, yang tidak hanya pintar secara akademik tetapi juga memiliki moral dan akhlak yang kuat. Semoga program ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Warsito menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila di sekolah harus dilakukan secara kontekstual dan aplikatif, tidak sebatas teori di dalam kelas.

“Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan gotong royong harus diajarkan melalui kegiatan nyata—baik dalam pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, hingga pelatihan dari kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembentukan karakter tidak bisa dilakukan oleh sekolah saja, melainkan perlu dukungan dari lima ekosistem utama, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, ruang digital, dan tempat ibadah.

Di sisi lain, Bupati Seluma Teddy Rahman menuturkan bahwa SMPN 6 Air Periukan dan SDN 16 Tais dipilih sebagai sekolah percontohan tahap awal program SLP.

“Kita mulai dari dua sekolah ini lebih dulu. Jika hasil evaluasi pada Desember nanti menunjukkan perkembangan positif, maka di tahun 2026 program Sekolah Laboratorium Pancasila akan diperluas ke sekolah lain di Kabupaten Seluma,” jelasnya.

Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan karakter pelajar Bengkulu yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam membentuk generasi berintegritas dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *