Bisnis  

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Investor Beralih ke Emas sebagai Aset Aman

favicon progres.id
ilustrasi trading saham
Ilustrasi perdagangan saham di bursa efek (Pexels)

PROGRES.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Selasa (14/10/2025), seiring meningkatnya minat investor terhadap aset “safe haven” seperti emas di tengah ketidakpastian global.

IHSG merosot 160,68 poin atau 1,95% ke posisi 8.066,52, sedangkan indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga turun 16,13 poin atau 2,05% menjadi 771,89.

Menurut Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi profit taking para investor besar yang mulai memindahkan dana mereka ke aset aman.

“Penurunan saham konglomerasi besar menunjukkan adanya aksi ambil untung, di mana pelaku pasar mengalihkan portofolionya ke instrumen seperti emas, karena ketidakpastian global masih cukup tinggi,” ujar Nafan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (14/10).

Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 per Troy Ounce pada 2026

Nafan mengutip proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan harga emas dunia (XAU/USD) bisa mencapai USD 5.000 per troy ounce pada 2026, seiring meningkatnya risiko geopolitik dan ekonomi global.

Ia juga menyoroti bahwa eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China turut memperburuk sentimen pasar. Kondisi ini mendorong investor mencari perlindungan pada aset seperti emas dan perak.

“Tak hanya emas, harga perak juga naik ke level tertinggi sepanjang masa karena sama-sama dianggap sebagai aset lindung nilai,” tambahnya.

Sektor Transportasi dan Energi Tertekan

Meski sempat dibuka menguat, IHSG berbalik arah ke zona merah sejak sesi pertama perdagangan dan bertahan melemah hingga penutupan.

Dari Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor properti yang berhasil menguat tipis sebesar 0,03%.
Sementara itu, sepuluh sektor lainnya kompak melemah, dipimpin oleh:

  • Sektor transportasi & logistik: -3,93%
  • Sektor energi: -3,35%
  • Sektor keuangan: -2,90%

Adapun saham yang mencatat kenaikan tertinggi di antaranya TOSK, MBTO, PURI, MRAT, dan SOSS. Sedangkan saham dengan pelemahan terdalam meliputi MOLI, JARR, BBSI, CBRE, dan COCO.

Aktivitas Perdagangan Meningkat

Total frekuensi transaksi hari ini mencapai 3,25 juta kali, dengan volume perdagangan 48,25 miliar lembar saham senilai Rp32,01 triliun.
Sebanyak 138 saham menguat, 583 saham melemah, dan 84 saham stagnan.

Pasar Asia Kompak Melemah

Tekanan juga dirasakan di bursa saham kawasan Asia.

  • Indeks Nikkei Jepang anjlok 1.289,30 poin (2,68%) ke posisi 46.799,50.
  • Indeks Shanghai turun 24,27 poin (0,62%) ke 3.865,23.
  • Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 448,13 poin (1,73%) ke 25.441,35.
  • Indeks Straits Times Singapura melemah 35,32 poin (0,80%) ke 4.354,52.

Pelemahan serentak di kawasan menunjukkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik dan perlambatan pertumbuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *