PROGRES.ID – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (RJA) menegaskan bahwa proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, terus dipercepat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan habitat Gajah Sumatera tetap terjaga dan bebas dari gangguan aktivitas manusia.
“Restorasi Taman Nasional Tesso Nilo terus berjalan. Kami berusaha memastikan domang dan kawan-kawan memiliki ruang hidup yang aman di alam liar,” ujar Raja saat meninjau kawasan TNTN, dikutip dari siaran pers, Minggu (30/11/2025).
Restorasi Diprioritaskan pada 31 Ribu Hektare
Raja mengungkapkan laporan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki yang menyebutkan restorasi akan difokuskan pada area seluas 31 ribu hektare. Luasan tersebut nantinya akan diperluas hingga 80 ribu hektare sesuai ketetapan terbaru kawasan taman nasional.
“Insya Allah prosesnya sudah dimulai. Pak Wamen tiga minggu lalu memulai restorasi awal di 511 hektare, dan sudah ada komitmen tambahan sekitar 7 ribu hektare lagi yang siap ditanami. Fokus pertama kita di 31 ribu hektare ini, kemudian bertahap menuju total 80 ribu hektare,” jelasnya.
Instruksi Presiden: Kembalikan Tesso Nilo sebagai Habitat Gajah
Raja menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk mengembalikan fungsi ekologis Tesso Nilo sebagai rumah bagi Gajah Sumatera. Ia mengakui masih ada penolakan dari sebagian masyarakat, namun menekankan bahwa persoalan tata kelola kawasan ini telah berlangsung puluhan tahun.
“Permasalahan Tesso Nilo bukan isu baru. Puluhan tahun kawasan ini mengalami tekanan. Karena itu sejak lima bulan lalu, Presiden memerintahkan Satgas PKH mengembalikan Tesso Nilo ke fungsi taman nasional yang semestinya,” kata Raja.
Relokasi Warga Dilakukan Secara Persuasif
Dalam proses penataan kawasan, pemerintah menyiapkan relokasi bagi warga yang tinggal di zona inti. Pada pertengahan Desember, sebanyak 394 kepala keluarga dijadwalkan pindah ke lokasi yang telah disediakan.
“Kami memahami ada resistensi. Namun dengan pendekatan persuasif selama lima bulan terakhir, Insya Allah pertengahan Desember relokasi mulai dilakukan. Sekitar 394 KK yang berada di 31 ribu hektare kawasan inti akan dipindahkan secara damai melalui musyawarah,” tutupnya.
***












