Awalnya untuk Gedung CONEFO, Ini Sejarah Gedung DPR RI di Senayan Jakarta

Gedung MPR RI
Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta (Foto: VOA Indonesia/PROGRES.ID)

JAKARTA, PROGRES.ID –¬†Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan, Jakarta, adalah tempat duduk lembaga legislatif nasional Indonesia. Kompleks bangunan ini awalnya dibangun pada tahun 1960-an sebagai tempat Kongres Kekuatan Baru yang Muncul (CONEFO), sebuah organisasi negara-negara berkembang yang didirikan oleh Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Namun, CONEFO tidak pernah terwujud, dan bangunan-bangunan tersebut akhirnya dimanfaatkan ulang untuk dijadikan kantor DPR.

Pembangunan kompleks gedung DPR dimulai pada tahun 1962, dan tahap pertama proyek selesai pada tahun 1964. Bangunan konferensi utama diresmikan pada Maret 1968, diikuti oleh bangunan sekretariat pada Maret 1978, bangunan auditorium pada September 1982, dan bangunan pesta pada Februari 1983.

Bacaan Lainnya

Kompleks gedung DPR terletak di kompleks olahraga Senayan di Jakarta Pusat. Kompleks ini terdiri dari empat bangunan utama: Gedung Konferensi Utama, Gedung Sekretariat, Gedung Auditorium, dan Gedung Pesta. Gedung Konferensi Utama adalah bangunan terbesar di kompleks ini dan tempat DPR mengadakan sidang pleno. Gedung Sekretariat berisi kantor-kantor komite dan staf DPR. Gedung Auditorium digunakan untuk pertemuan dan acara yang lebih kecil, sementara Gedung Pesta digunakan untuk resepsi dan acara formal lainnya.

Kompleks gedung DPR merupakan contoh arsitektur modern yang penting di Indonesia. Bangunan-bangunan ini dirancang dalam gaya yang sederhana dan fungsional, dengan jendela-jendela besar yang memungkinkan masuknya cahaya alami. Kompleks ini juga dikelilingi oleh taman-taman hijau dan air mancur, yang memberikan suasana yang tenang bagi pekerjaan DPR.

Kompleks gedung DPR telah memainkan peran penting dalam sejarah Indonesia. Tempat ini telah menjadi situs banyak momen penting dalam perkembangan politik negara, termasuk pengesahan undang-undang penting dan pemilihan presiden baru. Kompleks ini merupakan simbol demokrasi Indonesia dan komitmen negara terhadap supremasi hukum.

Siapa Arsitek Gedung DPR RI Senayan?

Gedung DPR RI Senayan dirancang oleh arsitek terkemuka Indonesia, yaitu Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. Arsitektur kompleks ini menggabungkan elemen modern dan tradisional Indonesia. Gedung ini juga menggambarkan semangat nasionalisme dan persatuan dalam bentuknya yang mencerminkan cita-cita bangsa Indonesia.

Gedung utama, yaitu Gedung Konferensi Utama, memiliki gaya arsitektur modern dengan sentuhan tradisional. Bentuk bangunannya terdiri dari dua bangunan utama yang saling bersebelahan dan saling berhadapan. Atap bangunan dipenuhi dengan ornamen khas Indonesia yang menampilkan karakteristik arsitektur nusantara.

Fasad bangunan ditandai dengan pintu gerbang utama yang megah dan menakjubkan, serta tiga tiang tinggi di bagian tengah yang mencerminkan semangat persatuan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya.

Karakteristik Unik Gedung DPR RI Senayan

Salah satu ciri khas unik dari gedung DPR RI Senayan adalah adanya patung Garuda Pancasila yang berada di halaman depan gedung. Patung Garuda tersebut menjadi simbol kebesaran dan kedaulatan negara Indonesia, serta sebagai perwujudan semangat Pancasila sebagai dasar negara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.